Berita

Gereja Ayam GPIB Pniel Pasar Baru: Warisan Kolonial di Jakarta Pusat

A

Penulis

Administrator

Terbit

25 Desember 2025

Dibaca

63x

Estimasi

3 Menit

Gereja Ayam GPIB Pniel Pasar Baru: Warisan Kolonial di Jakarta Pusat

Gereja Ayam, yang secara resmi bernama Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Pniel Pasar Baru, terletak di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat. Gereja ini menjadi salah satu saksi penting perjalanan sejarah umat Protestan di Batavia pada masa kolonial Belanda. Pada masa itu, umat Protestan dari kalangan menengah ke bawah memiliki keterbatasan akses untuk beribadah. Kehadiran GPIB Pniel menjadi jawaban atas kebutuhan tersebut.


Pada awalnya, tempat ibadah ini hanyalah sebuah kapel kecil yang dibangun sekitar tahun 1900 dan terletak di area belakang gedung. Seiring dengan meningkatnya jumlah jemaat, kapel tersebut kemudian dipindahkan dan diperluas hingga berdiri di lokasi saat ini pada tahun 1913. Berbeda dengan Gereja Immanuel di Gambir yang mayoritas jemaatnya berasal dari kalangan elite kolonial, GPIB Pniel menjadi ruang ibadah bagi masyarakat dari berbagai latar belakang, seperti Melayu, Tamil, hingga Tionghoa. Keberagaman inilah yang menjadikan gereja ini sebagai simbol kebersamaan dan inklusivitas pada masanya. Dari sisi arsitektur, Gereja Pniel Pasar Baru menampilkan gaya Eropa klasik dengan dua menara kecil yang simetris. Bangunan yang berdiri saat ini merupakan hasil perluasan dari kapel lama dan dibangun pada periode 1913–1915 oleh arsitek Belanda, Ed Cuypers dan Hulswit. Gaya Neo-Romanesk yang memadukan unsur Italia dan Portugis tampak jelas pada atap berkubah serta detail lengkungan pada pintu dan jendela. Di puncak atap gereja, terdapat ornamen ayam besi yang dahulu berfungsi sebagai penunjuk arah angin. Ornamen inilah yang kemudian membuat masyarakat sekitar akrab menyebutnya sebagai “Gereja Ayam” dan kini menjadi ikon khas yang melekat hingga saat ini.


Memasuki bagian dalam gereja, nuansa tempo doeloe masih sangat terasa. Bangku-bangku kayu jati asli sejak tahun 1913 masih digunakan hingga sekarang. Di area mimbar, tersimpan Alkitab besar berbahasa Belanda yang berasal dari tahun 1855, meskipun kondisinya kini sudah rapuh karena usia. Selain itu, gereja ini juga menyimpan bejana baptis kuno yang diperkirakan berusia lebih dari 300 tahun. Seluruh elemen tersebut menjadikan Gereja Ayam tidak hanya sebagai ruang ibadah, tetapi juga sebagai saksi hidup perjalanan sejarah.


Hingga saat ini, Gereja Ayam tidak hanya berfungsi sebagai bangunan cagar budaya, tetapi juga tetap aktif digunakan untuk kegiatan peribadatan. Menjelang Natal, gereja ini selalu dipenuhi jemaat yang datang untuk merayakan momen penuh makna bersama. Suasana yang khidmat dan hangat menjadikan GPIB Pniel sebagai salah satu destinasi wisata religi dan sejarah yang menarik di Jakarta Pusat, khususnya pada perayaan Natal.

Selamat Hari Natal bagi umat Kristiani. Semoga sukacita Natal membawa damai, harapan, serta semangat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.


Informasi Praktis

Alamat:

Jl. H. Samanhudi No.12, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat 10710

Telepon / Email:

(021) 3807621

pniel.jakpus@gmail.com

Jadwal Ibadah Minggu:

Pukul 09.00 (pagi) dan 18.00 (sore)