Sebanyak 150 pelaku usaha industri pariwisata yang terdiri dari pengelola hotel, restoran, dan jasa katering di wilayah Jakarta Pusat mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) bertema “Pengelolaan Limbah Makanan pada Industri Pariwisata Jakarta Pusat untuk Mendukung Pariwisata Berkelanjutan”. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Jakarta Pusat dan berlangsung di Ballroom AONE Hotel Jakarta, pada Kamis (24/04).
Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jakarta Pusat, Shinta Nindyawati, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini menghadirkan empat narasumber yang kompeten di bidangnya. Adapun para narasumber adalah Kepala Pusat Pariwisata Universitas Sahid sekaligus Ketua Bidang Sertifikasi SDM PHRI serta Research & Development Coordinator Indonesia Gastronomy Network (IGN), Ismayanti, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, Erma Maulana, Ketua Forum Kolaborasi Komunitas Peduli Sampah Indonesia, Achsan Indriadi, serta praktisi Food & Beverage/Kuliner, Neni. Selain sesi utama, kegiatan ini juga dilengkapi dengan sosialisasi program jaminan ketenagakerjaan yang dipandu oleh BPJS Ketenagakerjaan.
Dalam kesempatan ini, Walikota Administrasi Jakarta Pusat, Arifin, turut hadir dan memberikan sambutan kepada para peserta. Ia menyampaikan bahwa di wilayah Jakarta Pusat saat ini terdapat lebih dari 4.000 usaha pariwisata, yang meliputi hotel, restoran, serta berbagai usaha jasa lainnya yang berperan penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.Kondisi tersebut menuntut adanya penguatan konsep pariwisata berkelanjutan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga ramah lingkungan. Hal ini sejalan dengan prinsip Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya terkait konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab serta upaya penanganan perubahan iklim. Menurutnya, sektor pariwisata memiliki peran strategis dalam menekan timbulan limbah, terutama sisa makanan, sekaligus menjadi bagian dari kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan dalam mewujudkan pariwisata yang bersih, sehat, dan berkelanjutan di Jakarta.
Melalui kegiatan Bimtek ini, diharapkan para pelaku usaha seperti hotel, restoran, dan jasa katering dapat meningkatkan pengetahuan dan kapasitas dalam pengelolaan food waste. Materi yang diberikan mencakup strategi pengurangan limbah dari sumber, pengelolaan porsi makanan, pemanfaatan kembali sisa makanan, hingga pengolahan limbah menjadi produk yang bernilai guna sesuai ketentuan yang berlaku. Selain meningkatkan pemahaman teknis, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong penerapan praktik usaha yang lebih ramah lingkungan, serta memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan industri pariwisata Jakarta Pusat yang bersih, sehat, berkelanjutan, dan berdaya saing.